Sabtu, 10 Oktober 2015

Iradiasi




Iradiasi merupakan salah satu jenis pengolahan bahan pangan yang menggunakan elektro magnetik, dengan energi ionisasi yang akan mengakibatkan perubahan kimia dan berpengaruh terhadap proses metabolisme dasar dari jaringan itu sendiri. Iradiasi bertujuan mengurangi kehilangan akibat kerusakan dan pembusukan,serta membasmi mikroba dan organisme lain yang menimbulkan penyakit terbawa makanan. Tetapi prinsip pengolahan,dosis,teknik,dan peralatan,persyaratan kesehatan dan keselamatan serta pengaruh iradiasi terhadap pangan harus diperhatikan. Teknik ini meningkatkan daya simpan,dengan prinsip menghambat proses perkecambahan pada umbi umbian ,menunda proses kematangan buah dan sayuran,menghancurkan beberapa hama dan parasit lainnya pada bijian ,buah an,sayuran dan daging.
Menurut Desrosier (1988) pengembangan dan penggunaan iradiasi untuk stabilisasi bahan pangan memberikan kemungkinan bahan pangan dapat awet tanpa mengalami perubahan sifat nyata alami nya. Bidang ini dirintis oleh dr.Bernard E. Proctor dan dr.Samuel A goldblith pada akhir tahun 1940 dan sejak itu menjadi tantangan bagi banyak ilmuwan dan ahli teknologi pangan.
Tujuan iradiasi
1. Mengurangi kehilangan akibat kerusakan dan pembusukan
2. Membasmi mikroba dan organisme lain yang menimbulkan penyakit yang terbawa oleh makanan.
3. Memperpanjang daya simpan
Faktor faktor yang menyebabkan kehilangan mutu dan kerusakan pangan
1. Pertumbuhan mikroba yang menggunakan pangan sebagai substrat untuk memproduksi toksin dalam pangan
2. Katabolisme dan pelayuan senecene yaitu proses pemecahan dan pematangan
Tingkat iradiasi
Penentuan dosis yang digunakan di dalam iradiasi berhubungan dengan keselamatan /keamanan para konsumen pemberian iradiasi dosis rendah yaitu 10.000 rad , kurang dapat mencegah terjadinya tunas pada umbi umbian. Pemakaian dosis iradiasi 100.000 - 1.000.000 rad dapat membunuh hampir semua mikroba tetapi  belum dapat dikatakan steril. Dosis yang digunakan diatas disebut radiation pasteurization.
Sterilisasi makanan yang sempurna dapat diperoleh dengan mempergunakan dosis yang lebih tinggi,yaitu 2.5- 5.5 rad. Tetapi dosis yang tinggi akan menyebabkan perubahan warna, cita rasa, tekstur makanan. Juga dapat merusak vitamin abc dan e.
Pengaruh iradiasi terhadap mikroba
Telah diketahui bahwa iradiasi tidak lain pemindahan energi yang dapat merusak DNA pada sel hidup pada Organisme yang di tembus nya prinsip ini digunakan tujuan nya
1. Radiasi mematikan serangga yang menyerang ikan kering,beras,jagung,terigu, dsb.
2. Radiasi untuk mematikan parasit dalam makanan. Proses pengasapan dan pengeringan mungkin tidak mematikan parasit dalam makanan,sedangkan pembekuan dapat mematikan sesudah 10 hari akan tetapi radiasi sanggup menembus makanan sampai ke dalam dapat mematikan parasit yang mungkin ada dalam makanan. Radiasi dapat mematikan jamur,bakteri pembusuk,dan penyebab penyakit, merusak enzim.
Pengaruh iradiasi terhadap bahan pangan
1. Pengaruh langsung, dapat merusak sel dan jaringan,menyebabkan perubahan warna,vitamin b (thiamin) rusak.
2. Pengaruh tidak langsung, sebagai cara yang  baru dalam pengawetan pangan yang tidak berbahaya bagi kesehatan konsumen. 

Pengolahan suhu tinggi




Pengolahan proses termal dalam pengolahan maksud nya untuk menghilangkan /mengurangi aktivitas biologis yang tidak diinginkan dalam bahan pangan seperti aktivitas enzim dan mikroba.
1. Blanching adalah proses pemanasan bahan pangan dengan uap /air panas secara langsung pada suhu <100*c selama 10 menit .tujuan blanching untuk menginaktifkan enzim yang tidak diinginkan.
Fungsi blanching yaitu untuk melayukan jaringan tanaman agar mudah dikemas , menghilang kan gas dari dalam jaringan.
2. Pasteurisasi adalah proses termal yang dilakukan pada suhu <100*c dengan waktu yang bervariasi mulai dari ke detik sampai ke menit tergantung dari tinggi suhu nya. Tujuan nya untuk menginaktifkan sel sel vegetatif dari mikroba patogen
3. Sterilisasi  adalah proses pemanasan dimana tidak ada lagi mikro organisme yang hidup, akan tetapi mungkin masih terdapat spora bakteri yang setelah proses bersifat dormansi. Tujuan sterilisasi  untuk menginaktifkan spora mikroba pembusuk .